Selasa, 24 Juli 2018

Liburan Sekolahku


LIBURAN SEKOLAHKU (06)
Belinda Putri Astrelita Gea 8A

Seperti liburan-liburan biasanya, saya pergi ke Semarang. Kampung dari nenek dan kakek saya. Saat liburan sekolah tiba, saya selalu sampai paling pertama di Semarang. Dan selalu pulang paling terakhir. Menemani nenek yang sekarang sendirian kata mama.
Selama menunggu saudara yang lainnya, kita tidak kemana-mana. Kalau tidak seharian di rumah saja, ya makan malam di luar. Atau pergi ke mall untuk mencari baju lebaran. Mall masih lumayan sepi di sekitar tanggal itu. Orang-orang masih belum banyak yang mencari baju lebaran. Jadi kami bisa dengan leluasa berkeliling.


Lalu setelah sekitar seminggu, saudara-saudara kami mulai datang. Rumah nenek menjadi lebih ramai. Saya juga mendapat teman mengobrol. Walaupun tidak banyak saudara yang dekat dengan saya, masih ada adik sepupu yang memang sudah dekat dari kecil.
Jika saudara-saudara mulai datang, kita pasti akan sering keluar rumah, entah sekadar makan atau pergi ke tempat wisata yang sudah ditentukan mama. Yang menyetir ke tujuan juga mama. Yah, pokoknya banyak yang kita lakukan selagi menunggu lebaran tiba. Dan mama juga tidak bosan-bosannya memberikan rekomendasi tempat-tempat yang bagus untuk dikunjungi.
Sebelum lebaran tiba, nenek memutuskan untuk berbelanja bahan makanan untuk hari besar tersebut. Saya, adik saya, dan adik sepupu saya yang perempuan menunggu beliau pulang sambil bercerita. Saat nenek kembali dari pasar, beliau menyuruh saya dan adik saya untuk mencuci ayam. Sempat sedikit terkejut, namun tetap kami lakukan. Sedangkan adik sepupu saya disuruh menyapu dan membereskan ruang tamu.
Saya dan adik saya mencuci ayam seperti tidak sedang bekerja. Kami juga becerita dan bercanda tawa. Terkadang air bekas cucian terciprat secara tidak sengaja dan membuat kami berdua tertawa. Bahkan karena terlalu sering tertawa, saya dan adik saya beberapa kali ditegur nenek untuk bekerja dengan benar. Tapi kami masih tetap bercanda. Pada akhirnya tetap saja kami menyelesaikan tugas tersebut.
Malam harinya, mama dan nenek saya merebus banyak sekali telur untuk memasak sambal goreng. Lagi-lagi saya dan adik saya yang diberikan tugas. Kami diminta mengupas telur-telur itu. Jika dihitung mungkin ada sekitar belasan telur yang harus kami kupas. Beruntung telur tersebut sudah direndam air dingin, jadi tangan kami tidak panas.


Saat sedang mengupas, kami bercanda juga. Kami tidak bisa bekerja dengan serius, memang. Yang penting pekerjaan selesai kata adik saya. Tidak sedikit dari telur yang kami kupas damage atau tidak bulat sempurna. Entah memang dari sananya atau terbawa saat sedang mengupas kulitnya. Mama dan nenek sampai bingung kenapa banyak sekali telur yang rusak.
Setelah sekitar setengah jam kami mengupas telur, akhirnya pekerjaan itu selesai. Walaupun  tangan kami berakhir berbau amis, kami tetap senang karena bisa membantu paling tidak sedikit pekerjaan mama dan nenek. Setelah itu kami mencuci tangan dan tidur.
Hari lebaran pun tiba. Setelah shalat Idul Fitri, keluarga besar kami datang ke rumah nenek. Kami melakukan sungkem kepada yang lebih tua. Seperti mama, nenek, pakde, bude, dan yang lainnya. Kami juga pergi ke rumah kakek buyut di daerah Jatiluhur. Kami bersilaturahim disana. Kami banyak mengunjungi rumah-rumah saudara. Itulah yang biasa kami lakukan saat hari lebaran tiba.
Setelah beberapa hari lebaran selesai. Saudara-saudara kami mulai meninggalkan rumah nenek sampai menyisakan saya, adik saya, mama, dan nenek. Pada tanggal 22 Juni, kamipun pulang. Kita pulang sedikit lebih awal karena adik saya harus mendaftar sekolah SMP.
Liburan kali ini sama menyenangkannya dengan liburan sebelumnya. Bersilaturahim dengan keluarga, pergi bersama, makan bersama. Saya menikmati momen keluargaan saat lebaran. 
Bagaimana dengan liburanmu?

5 komentar:

Cita – Cita Anak Labschool

Saya punya banyak cita – cita. Dan selalu berubah – ubah dari saya TK sampai sekarang. Kadang ingin jadi koki, astronot, guru, dan lain – ...