LIBURAN SEKOLAHKU (06)
Belinda Putri Astrelita Gea 8A
Seperti liburan-liburan biasanya,
saya pergi ke Semarang. Kampung dari nenek dan kakek saya. Saat liburan sekolah
tiba, saya selalu sampai paling pertama di Semarang. Dan selalu pulang paling
terakhir. Menemani nenek yang sekarang sendirian kata mama.
Selama menunggu saudara yang lainnya,
kita tidak kemana-mana. Kalau tidak seharian di rumah saja, ya makan malam di
luar. Atau pergi ke mall untuk mencari baju lebaran. Mall masih lumayan sepi di
sekitar tanggal itu. Orang-orang masih belum banyak yang mencari baju lebaran.
Jadi kami bisa dengan leluasa berkeliling.
Lalu setelah sekitar seminggu,
saudara-saudara kami mulai datang. Rumah nenek menjadi lebih ramai. Saya juga
mendapat teman mengobrol. Walaupun tidak banyak saudara yang dekat dengan saya,
masih ada adik sepupu yang memang sudah dekat dari kecil.
Jika saudara-saudara mulai datang,
kita pasti akan sering keluar rumah, entah sekadar makan atau pergi ke tempat
wisata yang sudah ditentukan mama. Yang menyetir ke tujuan juga mama. Yah,
pokoknya banyak yang kita lakukan selagi menunggu lebaran tiba. Dan mama juga
tidak bosan-bosannya memberikan rekomendasi tempat-tempat yang bagus untuk dikunjungi.
Sebelum lebaran tiba, nenek
memutuskan untuk berbelanja bahan makanan untuk hari besar tersebut. Saya, adik
saya, dan adik sepupu saya yang perempuan menunggu beliau pulang sambil
bercerita. Saat nenek kembali dari pasar, beliau menyuruh saya dan adik saya
untuk mencuci ayam. Sempat sedikit terkejut, namun tetap kami lakukan.
Sedangkan adik sepupu saya disuruh menyapu dan membereskan ruang tamu.
Saya dan adik saya mencuci ayam
seperti tidak sedang bekerja. Kami juga becerita dan bercanda tawa. Terkadang
air bekas cucian terciprat secara tidak sengaja dan membuat kami berdua
tertawa. Bahkan karena terlalu sering tertawa, saya dan adik saya beberapa kali
ditegur nenek untuk bekerja dengan benar. Tapi kami masih tetap bercanda. Pada
akhirnya tetap saja kami menyelesaikan tugas tersebut.
Malam harinya, mama dan nenek saya
merebus banyak sekali telur untuk memasak sambal goreng. Lagi-lagi saya dan
adik saya yang diberikan tugas. Kami diminta mengupas telur-telur itu. Jika
dihitung mungkin ada sekitar belasan telur yang harus kami kupas. Beruntung
telur tersebut sudah direndam air dingin, jadi tangan kami tidak panas.
Saat sedang mengupas, kami bercanda
juga. Kami tidak bisa bekerja dengan serius, memang. Yang penting pekerjaan
selesai kata adik saya. Tidak sedikit dari telur yang kami kupas damage atau tidak bulat sempurna. Entah
memang dari sananya atau terbawa saat sedang mengupas kulitnya. Mama dan nenek
sampai bingung kenapa banyak sekali telur yang rusak.
Setelah sekitar setengah jam kami
mengupas telur, akhirnya pekerjaan itu selesai. Walaupun tangan kami berakhir berbau amis, kami tetap
senang karena bisa membantu paling tidak sedikit pekerjaan mama dan nenek. Setelah
itu kami mencuci tangan dan tidur.
Hari lebaran pun tiba. Setelah shalat
Idul Fitri, keluarga besar kami datang ke rumah nenek. Kami melakukan sungkem kepada yang lebih tua. Seperti
mama, nenek, pakde, bude, dan yang lainnya. Kami juga pergi
ke rumah kakek buyut di daerah Jatiluhur. Kami bersilaturahim disana. Kami
banyak mengunjungi rumah-rumah saudara. Itulah yang biasa kami lakukan saat
hari lebaran tiba.
Setelah beberapa hari lebaran
selesai. Saudara-saudara kami mulai meninggalkan rumah nenek sampai menyisakan
saya, adik saya, mama, dan nenek. Pada tanggal 22 Juni, kamipun pulang. Kita
pulang sedikit lebih awal karena adik saya harus mendaftar sekolah SMP.
Liburan kali ini sama menyenangkannya
dengan liburan sebelumnya. Bersilaturahim dengan keluarga, pergi bersama, makan
bersama. Saya menikmati momen keluargaan saat lebaran.
Bagaimana dengan liburanmu?
Bagaimana dengan liburanmu?


telornya bagus
BalasHapusseru banget btw telornya glossy
BalasHapuswah makan telur rebus, enak loh!
BalasHapusSeru ya liburannya, gak kayak gue
BalasHapusamazA
Hapus