Selasa, 07 Januari 2020

Cita – Cita Anak Labschool


Saya punya banyak cita – cita. Dan selalu berubah – ubah dari saya TK sampai sekarang. Kadang ingin jadi koki, astronot, guru, dan lain – lain. Namun seiring berjalannya waktu, saya merasa punya banyak cita – cita itu memusingkan. Akhirnya saya punya satu cita – cita.

            Saya sangat ingin menjadi dokter, spesialis bedah. Pemikiran ini muncul tiba – tiba setelah saya menonton sebuah film. Iya, sebuah film. Terdengar bodoh mungkin, mendapat cita – cita dari sebuah film. Tapi saya sangat ingin dan merasa mampus untuk mencapai itu, saya rasa kenapa tidak?

            Masuk SMA dengan jurusan IPA itu sulit menurut saya, apalagi masuk perguruan tinggi fakultas kedokteran. Nilai IPA saya saat ini memang biasa – biasa saja. Orang – orang yang mendengar cerita saya tentang cita – cita saya terkejut. Entah karena terdengar seram dan mengetahui bahwa itu cita – cita yang sulit digapai.

            Orang bilang butuh usaha ekstra keras untuk mendapatkan gelar itu, apalagi dengan nilai saya sekarang yang bisa dibilang biasa sekali. Tapi saya yakin, dengan usaha maksimal saya bisa mendapat gelar tersebut. Harus bisa. Walaupun tidak menjadi dokter spesialis bedah, setidaknya saya ingin jadi dokter.

            Dokter bedah ini tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Bahkan saya tidak pernah mau jadi dokter, ya karena tingkat keketatan dan kesulitannya. Hanya karena satu film itu, saya juga tidak tahu kenapa jadi sangat tertarik dengan cita – cita dokter bedah. Padahal dokter bedah itu kerjanya lihat darah hampir setiap saat, bermain dengan alat tajam, dikejar waktu dan lainnya.  Tapi saya merasa jadi dokter bedah itu suatu hal yang seru.

             Iya saya tau profesi ini tidak main – main, sangat serius memang. Butuh ketelitian dan ketelatenan untuk menjadi seorang dokter. Dokter apa saja. Tapi karena masih lama saya tidak ingin terlalu memikirkan yang akan memberatkan kepala saya. Cukup belajar yang rajin, perbaiki nilai – nilai jelek, dapat NEM bagus, dan masuk SMA dengan jurusan IPA.

Rabu, 23 Oktober 2019

AMT

Achievement Motivation Training (AMT) 2019

Murid-murid kelas sudah seharusnya mulai memfokuskan diri untuk menghadapi Ujian Nasional. Disini kami memiliki acara tahunan yaitu Achievement Motivation Training yang biasa disebut AMT, dimana kita akan menginap selama 2 hari 1 malam untuk mendapatkan motivasi dari para motivator untuk menghadapi Ujian Nasional yang sudah semakin dekat.

Kita menginap di High;and Resort Bogor, disitu kita hampir selalu di hall karena harus mendapat materi dari pembicara dan motivator yang datang. Kita tiba disana sekitar jam 11 dan langsung ke hall. Setelah itu kita makan siang dan sholat berjamaah. Lalu kembali ke hall untuk menerima materi lagi.

Hingga sore kita menerima materi, lalu kita boleh kembali untuk bersih bersih diri dan membereskan bawaan kita. Setelah itu malamnya kita kembali ke hall untuk menerima materi sampai jam setengah 11 malam. Lalu kita tidur.

Besoknya kita tidak ada materi lagi, hanya tinggal santai-santai main dsb. Banyak yang berfoto bersama teman dan berjalan-jalan. Setelah itu yang laki-laki sholat jumat dan kita kembali ke Jakarta

Kamis, 10 Januari 2019

AKHIRNYA LIBURAN


Liburan Semester Ganjil

            Hari pertama libur sekolah, aku sangat semangat. Siapa yang tidak? Waktu yang ditunggu-tunggu datang juga, terlepas dari belenggu belajar dan PR. Tapi bagiku dan teman angkatanku, tidak semudah itu ferguso. Kita masih ada Karya Tulis Ilmiah yang harus diselesaikan. Kesal? Tentu saja, liburan yang seharusnya kita gunakan untuk santai dan istirahat malah terpakai untuk mengerjakan Kartul. Tapi bisa apa? Semua itu adalah kewajiban kita sebagai siswa *inserts thumbs up emoji*
            Hari pertama liburan saat itu aku pergi ke kota lautan api. Yap, Bandung. Hanya sebentar, 3 hari 2 malam. Tapi aku dan keluarga berusaha untuk menggunakannya semaksimal mungkin. Saat sampai di Bandung, kita langsung mengarah ke *nama suatu tempat, maaf lupa lol* Di sana kita makan siang dan berfoto. Pemandangan danau yang luas serta pegunungan hijau sejauh mata memandang memanjakan mata kita selama makan siang. Setelah itu kami bermain ke taman kelinci. Tidak perlu ditanya berapa jumlah kelinci yang ada di sana, yang pasti banyak! Berfoto-foto lagi lalu kita pergi karena tempatnya semakin ramai.
            Kemudian kita berganti destinasi ke *nama tempat, lupa lagi haha* Ibu dan nenekku pergi ke mushola untuk sholat sementara aku dan adikku pergi berkeliling. Yang pertama kita lihat adalah sekumpulan domba yang dikelilingi pagar. Kita meminta izin pada petugas untuk masuk dan dipersilakan. Ternyata domba-domba itu ukurannya besar sekali! Setinggi lututku dan gemuk-gemuk! Suara embekan mereka memang sedikit menggangu, tapi mereka lucu sekali *cries in the corner*
            Setelah itu kita beralih ke hewan lain. Di sana juga ada banyak kelinci, burung hantu, iguana, landak, dan banyak lagi! Kita juga dibolehkan untuk berfoto dengan hewan-hewan itu. Tempat itu adalah yang paling menyenangkan sejauh hari pertama ini. Setelah itu Ibu dan nenek memanggil kita untuk menukar tiket masuk dengan susu dan pulang ke hotel dan beristirahat.
            Keesokan harinya kita sarapan di hotel, check out hotel, dan pergi ke destinasi hari kedua. Nama tempatnya adalah Taman *sesuatu* Saat sampai kami duduk sebentar lalu berkeliling. Di sana ada danau buatan yang bisa dibilang cukup luas tepat di tengah-tengah taman. Banyak warung-warung tempat orang berjualan, dan ada kuda. Aku dan adikku memutuskan untuk naik kuda. Kita membeli tiket dan pergi memilih kuda. Kebetulan aku mendapat kuda yang jauh lebih tinggi dari adikku, dia terus-terusan bilang ingin bertukar kuda tapi tentu saja aku tidak mau. Llau kita berkeliling danau menaiki kuda.
            Setelah selesai kami menukar tiket dengan air minum dan pergi ke destinasi lain karena hari semakin panas. Kami datang ke sebuah cafĂ© di daerah Dago dan makan siang sambil tentu saja, berfoto. Setelah itu kami pergi ke taman burung. Tapi sayangnya sudah terlalu sore karena terjebak macet selama 4 jam. Kami tiba di sana jam 4 sementara tutupnya jam 5, dan tiket masuknya juga sangat mahal. Jadi kami memutuskan untuk makan sore lalu pergi ke hotel. Destinasi di hari itu paling ‘apes’ menurutku.
            Besoknya kita sarapan, check out hotel, lalu pergi ke kota selanjutnya. Kita ke kampung halamanku di Semarang, Jawa Tengah. Hanya memakan waktu yang sebentar, sekitar 4 jam kita sudah sampai di rumah nenekku. Kita beristirahat lalu pergi mengunjungi saudara-saudara. Kita menghabiskan 4 hari di Semarang dan pulang pada hari Jumat.
            Baiklah hanya sampai di situ kegiatan liburanku, sisanya pusing memikirkan Kartul *lol* Bagaimana dengan liburanmu?


-Penulis

Selasa, 24 Juli 2018

Liburan Sekolahku


LIBURAN SEKOLAHKU (06)
Belinda Putri Astrelita Gea 8A

Seperti liburan-liburan biasanya, saya pergi ke Semarang. Kampung dari nenek dan kakek saya. Saat liburan sekolah tiba, saya selalu sampai paling pertama di Semarang. Dan selalu pulang paling terakhir. Menemani nenek yang sekarang sendirian kata mama.
Selama menunggu saudara yang lainnya, kita tidak kemana-mana. Kalau tidak seharian di rumah saja, ya makan malam di luar. Atau pergi ke mall untuk mencari baju lebaran. Mall masih lumayan sepi di sekitar tanggal itu. Orang-orang masih belum banyak yang mencari baju lebaran. Jadi kami bisa dengan leluasa berkeliling.


Lalu setelah sekitar seminggu, saudara-saudara kami mulai datang. Rumah nenek menjadi lebih ramai. Saya juga mendapat teman mengobrol. Walaupun tidak banyak saudara yang dekat dengan saya, masih ada adik sepupu yang memang sudah dekat dari kecil.
Jika saudara-saudara mulai datang, kita pasti akan sering keluar rumah, entah sekadar makan atau pergi ke tempat wisata yang sudah ditentukan mama. Yang menyetir ke tujuan juga mama. Yah, pokoknya banyak yang kita lakukan selagi menunggu lebaran tiba. Dan mama juga tidak bosan-bosannya memberikan rekomendasi tempat-tempat yang bagus untuk dikunjungi.
Sebelum lebaran tiba, nenek memutuskan untuk berbelanja bahan makanan untuk hari besar tersebut. Saya, adik saya, dan adik sepupu saya yang perempuan menunggu beliau pulang sambil bercerita. Saat nenek kembali dari pasar, beliau menyuruh saya dan adik saya untuk mencuci ayam. Sempat sedikit terkejut, namun tetap kami lakukan. Sedangkan adik sepupu saya disuruh menyapu dan membereskan ruang tamu.
Saya dan adik saya mencuci ayam seperti tidak sedang bekerja. Kami juga becerita dan bercanda tawa. Terkadang air bekas cucian terciprat secara tidak sengaja dan membuat kami berdua tertawa. Bahkan karena terlalu sering tertawa, saya dan adik saya beberapa kali ditegur nenek untuk bekerja dengan benar. Tapi kami masih tetap bercanda. Pada akhirnya tetap saja kami menyelesaikan tugas tersebut.
Malam harinya, mama dan nenek saya merebus banyak sekali telur untuk memasak sambal goreng. Lagi-lagi saya dan adik saya yang diberikan tugas. Kami diminta mengupas telur-telur itu. Jika dihitung mungkin ada sekitar belasan telur yang harus kami kupas. Beruntung telur tersebut sudah direndam air dingin, jadi tangan kami tidak panas.


Saat sedang mengupas, kami bercanda juga. Kami tidak bisa bekerja dengan serius, memang. Yang penting pekerjaan selesai kata adik saya. Tidak sedikit dari telur yang kami kupas damage atau tidak bulat sempurna. Entah memang dari sananya atau terbawa saat sedang mengupas kulitnya. Mama dan nenek sampai bingung kenapa banyak sekali telur yang rusak.
Setelah sekitar setengah jam kami mengupas telur, akhirnya pekerjaan itu selesai. Walaupun  tangan kami berakhir berbau amis, kami tetap senang karena bisa membantu paling tidak sedikit pekerjaan mama dan nenek. Setelah itu kami mencuci tangan dan tidur.
Hari lebaran pun tiba. Setelah shalat Idul Fitri, keluarga besar kami datang ke rumah nenek. Kami melakukan sungkem kepada yang lebih tua. Seperti mama, nenek, pakde, bude, dan yang lainnya. Kami juga pergi ke rumah kakek buyut di daerah Jatiluhur. Kami bersilaturahim disana. Kami banyak mengunjungi rumah-rumah saudara. Itulah yang biasa kami lakukan saat hari lebaran tiba.
Setelah beberapa hari lebaran selesai. Saudara-saudara kami mulai meninggalkan rumah nenek sampai menyisakan saya, adik saya, mama, dan nenek. Pada tanggal 22 Juni, kamipun pulang. Kita pulang sedikit lebih awal karena adik saya harus mendaftar sekolah SMP.
Liburan kali ini sama menyenangkannya dengan liburan sebelumnya. Bersilaturahim dengan keluarga, pergi bersama, makan bersama. Saya menikmati momen keluargaan saat lebaran. 
Bagaimana dengan liburanmu?

Senin, 15 Januari 2018

Liburan Anak Labschool

LIBURAN AKHIR SEMESTER

Tanggal 23 Desember 2017 tepatnya setelah pengambilan rapot, libur akhir semester dimulai. Banyak siswa yang sudah dari lama merencanakan liburannya. Beberapa dari mereka merencanakan keluar negeri, Bali, atau hanya sekedar berkunjung ke rumah nenek mereka. Saya sendiri hanya berkunjung ke rumah nenek saya yang berada di Semarang Jawa Tengah. Saya memutuskan menghabiskan liburan di rumah nenek saya karena saya hanya berkesempata untuk mengunjungi rumahnya dua kali setahun.

Saya berangkat ke rumah nenek saya hari Sabtu tanggal 23 Desember. Tapi sebelum ke Semarang, saya dan keluarga pergi ke Bandung terlebih dulu untuk menjemput supir. Jadi, Ibu saya mempunyai supir yang dulu selalu mengantar Ibu saya bekerja. Dan supir itu tinggal di Bandung sehingga kami harus menjemputnya dulu.

Selama di Bandung, kami menginap di hotel di daerah Dago. Kami hanya menginap sehari. Kami tidak banyak bepergian saar sampai di Bandung karena sudah sore. Jadi kami istirahat dan bepergian keesokan harinya. Kemudian saat malam hari, kami menemui supir untuk menjemputnya. Lalu kami berangkat ke Semarang.

Setelah menempuh waktu 12 jam di perjalanan, kami sampai. Jalanan saat itu lumayan lengang. Tapi mulai tersendat di Pemalang. Namun kami tetap sampai di rumah dengan selamat. Sampai di rumah, saya dan adik saya langsung ke kamar untuk tidur. Sementara Ibu dan supir saya menurunkan barang-barang dari mobil. Saya dan adik saya bangun jam 10 pagi. Saya langsung disuruh mandi oleh Ibu saya karena kami akan pergi ke rumah nenek buyut saya. Saya mengiyakan lalu bergegas mandi. Setelah saya mandi, gentian adik saya. Saya menunggunya sembari sarapan. Setelah adik saya selesai mandi, saya sudah selesai makan dan tinggal menunggu semuanya siap.

Setelah 2 jam menunggu, akhirnya kami beserta nenek saya berangkat. Saat sampai, kami disambut dengan baik oleh saudara yang sudah sampai disana. Saat masuk ke rumah, kami langsung disuguhi makanan padahal kami baru sarapan. Karena tidak enak menolak, kami makan saja. Saya dan adik saya yang duluan makan. Saat kami berdua makan, kami ditemani seekor anjing. Memang keluarga nenek buyut saya memiliki seekor anjing. Tapi anjing itu sedang sakit, jadi dia hanya tidur-tiduran dalam keadaan diikat.

Saat selesai makan, saya dan adik saya pergi ke ruang tamu untuk menemui semua orang. Tapi oleh bude saya, saya dan adik saya lagi lagi disuruh makan. Padahal baru saja, benar-benar menit itu baru selesai makan. Pasrah, kami menerima tawarannya. Kami sangat amat kenyang saat selesai makan. Tidak ada semangat bahkan hanya untuk minum. Setelah beberapa menit mengobrol, kami kembali ke rumah dan istirahat.

Besok, kami pergi ke rumah saudara kami. Disana kami hanya mengobrol dan makan. Tidak banyak kegiatan. Setelah dari sana, Ibu saya bilang Belia mau pergi dengan temannya. Saya dan adik saya mau ikut. Tapi nenek saya tidak mau, jadi kita menurunkan nenek saya di rumahnya. Lalu kami pergi dengan teman Ibu saya.
Kami pergi makan –lagi-. Nonton bioskop, belanja, makan lagi. Lalu kami pulang karena hari sudah muali malam. Sesampainya di rumah, kami beristirahat.

Besoknya, diadakan pengajian memperingat 2 tahun meninggalnya almarhum kake saya. Semua keluarga besar dating ke rumah nenek saya. Suasana menjadi ramai. Anak-anak bermain di kamar sementara orang dewasa melaksanakan pengajian diluar.


Terimakasih sudah membaca cerita saya. Jangan lupa komen kesan liburan kalian ya.

Rabu, 08 November 2017

Laporan Wisata Edukasi

Hari Kamis tanggal 19 Oktober 2017, kami seluruh siswa kelas 7 SMP Labschool Jakarta melaksanakan Wisata Edukasi. Tujuan kami adalah PUSPIPTEK Serpong dan SKYWORLD TMII. Sebelum berangkat, kami semua melaksanakan apel pagi di Halaman Masjid.

Foto Wijaya Kusumah.

Setelah melaksanakan apel pagi, kami semua berjalan menuju lapangan utama untuk masuk bus. Bus dibagi per-kelas.

Foto Wijaya Kusumah.

Setelaht masuk bus, kami semua memilih tempat duduk. Lalu kami berdoa dan segera menuju PUSPaIPTEK Serpong. Selama perjalanan, kami menyalakan lagu. Semua bernyanyi bersama. Dan saat lagu K-Pop yang muncul, semua K-Popers yang mayoritas perempuan menyanyi dan menjerit bersama. Sedangkan yang lainnya diam diselingi mengobrol.

Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan. Kami sampai di PUSPIPTEK Serpong.
Foto Wijaya Kusumah.

Sebelum pergi ke laboratorium yang ada, kami mendapat pengarahan dari perwakilan pimpinan PUSPIPTEK. Dan ada sesi tanya jawab. Kami juga disuguhkan video tentang PUSPIPTEK yang mencakup luas, tahun dibangun, fungsi, dan lain sebagainya. Selesai mendapat pengarahan dan sebagainya, kami berfoto bersama.

Foto Wijaya Kusumah.

Setelah berfoto, kami dibagi per-kelas untuk mengunjungi salah satu laboratorium yang terdapat disana. Kami 7D kedapatan mengunjungi Laboratorium Bioteknologi. Kami menggunakan bus untuk pergi ke laboratorium itu.

Foto Wijaya Kusumah.

Sebelum turun dari bus, kami dibagikan LKS untuk dikerjakan selama berada di laboratorium tersebut. Di LKS tersebut terdapat beberapa soal yang dapat kami tanyakan pada guru pembimbing dari PUSPIPTEK. Nama guru pembimbing itu adalah Pak Imron Rosidi. Dia menjelaskan banyak hal tentang laboratorium dan bioteknologi itu sendiri.

Foto Wijaya Kusumah.

Setelah dijelaskan tentang Bioteknologi dan laboratorium. Kami pergi ke daerah green house. Disana terdapat banyak tanaman. Hasil cangkok, stek, dan lain sebagainya.

Foto Wijaya Kusumah.

Disana juga terdapat orang yang sedang menanam tanaman dengan menggunakan cairan kapur, caranya ambil batang tanaman, celupkan kedalam cairan kapur, lalu ditanam.

Foto Wijaya Kusumah.

Setelah cukup lama di green house, kami semua kembali ke halaman depan dan berfoto bersama.

Foto Wijaya Kusumah.
Kami kembali ke bus dan pergi dari laboratorium Bioteknologi. Sebelum keluar dari wilayah PUSPIPTEK, murid yang ingin ke toilet diberi kesempatan untuk pergi ke toilet. Setelah dari toilet, murid-murid kembali ke bus. Lalu kami pergi menuju SKYWORLD TMII.

Di perjalanan, kami lagi-lagi menyalakan musik. Dan oleh orang yang sama. Banyak yang meminta lagu selain K-Pop. Akhirnya dia terpaksa membuka youtube. Banyak yang request lagu. Inilah, itulah. Tapi di akhir juga dia mem-play lagu itu.

Setelah sekitar satu setengah jam perjalanan, kami sampai di TMII. Sebelum pergi ke SKYWORLD, kami sholat berjamaah di Masjid Diponegoro.

Foto Wijaya Kusumah.

Setelah sholat, kami kembali ke bus dan pergi ke SKYWORLD. Setibanya di SKYWORLD, kami pergi ke suatu aula untuk mendapat pengarahan. Kami juga disuguhkan video tentang alam semesta. Mencakup planet, galaksi, tata surya, detail-detail planet, dan lainnya. Saat disuguhkan video, menurut saya itu agak membosankan. Bahkan teman di depan saya tertidur.

Setelah satu jam menonton video tentang angkasa, kami disuruh berbaris untuk keluar aula dan menuju ke dalam SKYWORLD. Sebelum berbaris, kami memakai sepatu lebih dulu. Barisan yang lumayan panjang. Bahkan sampai batas tembok di dalam aula.

Beberapa menit mengantri membuat sedikit lelah. Tapi setelah masuk ke dalam, kami disuguhi banyak pemandangan. Tembok timbul, informasi-informasi lengkap yang di temple di dinding, photobooth astronot, dan banyak lagi. Kami menjelajah cukup banyak hal disana. Berfoto, dan tidak lupa mengisi LKS yang diberikan dengan informasi yang ada. Kami juga tidak lupa bertanya pada petugas setempat untuk informasi yang lebih lengkap.

Setelah lama menjelajah sekitar, kami turun untuk melihat banyak miniatur roket. Mulai yang besar, sampai yang kecil. Kami juga berfoto di depan roket itu.


Setelah melihat-lihat banyak roket dan berfoto, kami menunggu giliran untuk masuk menonton 5D Movie. Antrian yang sangat panjang karena sebelum kami ada anak TK yang juga sedang berkunjung. Kami menunggu hampir 2 jam berpanas-panasan walaupun di luar sedang hujan. Jadi terkadang kami keluar barisan untuk mencari udara.


Setelah putra, giliran putri. Kami juga harus mengantri agak lama karena batas orang masuk hanya 15 orang. Menunggu lagi, lagi, dan lagi. Tapi selagi menunggu, kami diberi pizza. Terimakasih guru yang memberi pizza. Kami semua sudah dimandikan keringat, setelah 1 jam, giliran kelompok saya dan saya segera masuk ke ruangan 5DMovie.

Selesai dari menonton, kami semua menyerbu penjual untuk membeli minum, makanan, dan segala yang diinginkan. Penjual yang hanya dua orang itu sampai kebingungan. Selesai membeli minum dan makanan, kami ke planetarium.

Di planetarium, kami melihat-lihat tentang ruang angkasa, matahari, rasi bintang, dan banyak lagi. Planetarium itu berbentuk cekung, agar bisa melihat lebih luas. Selain itu, planetarium itu juga memantulkan suara. Jika ada yang bersuara, maka akan terdengar sampai seluruh ruangan. Ada yang iseng bertepuk tangan saat berada di dalam ruangan itu. Hingga terdengar ke seluruh ruangan.


Setelah satu setengah jam berada di dalam planetarium, kami pergi ke lobby untuk menunggu bus. Lalu saat bus datang, kami pulang. Tapi sebelum kami pulang, kami pergi sholat Maghrib berjamaah di Masjid Diponegoro. Setelah sholat, kami semua pulang ke Labschool. Sampai di Labschool, kami menunggu untuk dijemput orang tua masing-masing.

Cita – Cita Anak Labschool

Saya punya banyak cita – cita. Dan selalu berubah – ubah dari saya TK sampai sekarang. Kadang ingin jadi koki, astronot, guru, dan lain – ...